Seminar Batu Mulai nampang @webITS, dulor..

Go down

20110225

Post 

Seminar Batu Mulai nampang @webITS, dulor..




Woooey... sederek sedoyo... kegyatan Seminar Eksplorasi & Bisnis Batu Mulia yang kkemaren uda nampang di berita @wabITS...
nih britanya
Gedung Rektorat, ITS Online - Keberadaan batu mulia di
indonesia begitu berlimpah. Akan tetapi, banyak dari masyarakat yang
tidak menyadari dan melewatkan begitu saja potensi alam Indonesia satu
ini. “Seperti di Pacitan, kandungan batu mulia disana banyak sekali.
Tapi masyarakatnya tidak tahu,” papar Sujatmiko.

Karenanya,
Dosen ITB ini melanjutkan, masyarakat di Pacitan lebih suka menjual
barang mentahnya daripada mengolahnya terlebih dahulu. Padahal, kalau
masyarakat paham, keuntungan yang bisa mereka dapat mencapai seratus
kali lipatnya. Bayangkan saja, bahan mentah, hanya dijual dengan harga
seratus hingga seribu rupiah per kilogram.

Berbeda jika batuan
tersebut diolah untuk dijadikan barang siap pakai. Misalnya saja cincin,
kalung atau hiasan lain. Nilai jualnya bahkan bisa mencapai 500 juta
rupiah. Seperti batuan Bacan, Emerald, Intan, Giok, maupun Zamrud.

Di
Indonesia, batu mulia hampir tersebar diseluruh daerah kecuali di
Jakarta. Namun, yang tersisa belakangan letaknya jauh didalam permukaan
bumi. “ Batu mulia yang ada di permukaan bumi sudah habis karena
diekspor ke luar negeri,” terang pria anggota Ikatan Ahli Geologi
Indoenesia ini. Mungkin, yang tersisa berada di kedalam sepuluh meter di
bawah permukaan bumi.

Dalam kuliah tamu yang bertemakan
Eksplorasi dan Bisnis Batu Mulia tersebut, Sujatmiko juga menjelaskan
bahwa batu mulia di Indonesia kebanyakan merupakan permata setengah
mulia. “Kekerasannya diantara tujuh skala mohs,” terangnya. Sedangkan
batu permata mulia, yaitu intan, skalanya adalah sepuluh mohs.

Walaupun
begitu, hal tersebut tak mengurangi potensi pemanfaatan sekaligus
peningkatan nilai jual batu mulia di Indonesia. “Bisnis batu mulia kini
sangat menjanjikan,” tegasnya. Dengan modal yang tak cukup besar bisa
mendatangkan keuntungan berlipat. Teknik pengolahannya pun bisa
menggunakan cara tradisonal dengan menggunakan mesin ontel.

“Asal
jangan sampai tertipu membeli batu yang palsu saja,” tambah Sujatmiko.
Ia pun lalu member tips pada segenap mahasiswa Geofisika yang hadir agar
tidak salah membedakan batu mulia yang asli dengan yang bukan. “Cukup
berbekal senter dan lup, lalu lihat ke dalam batunya,” terang
Sujatmiko.

Batu yang asli akan terlihat jernih dan tidak ada
bulatan-bulatan udara atau bubbles. Jika terdapat bubbles
menandakan batu tersebut merupakan batu obsidian yang umumnya ada pada
gelas, dan bukan batu mulia asli. (fz/az)

Sumber: http://its.ac.id/berita.php?nomer=8081

Kalo mau komeng2... langsung aje ke TKP


Semoga kegyatan2 kedepan bisa lebih sukses selalu
avatar
febry_rf

Posts : 28
Join date : 2008-12-17
Age : 29
Location : Geophysics_ITS Laboratory

Back to top Go down

- Similar topics
Share this post on: diggdeliciousredditstumbleuponslashdotyahoogooglelive

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum